Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Berkedok MLM

Mendag Sebut MLM Bisa Dongkrak Ekonomi di Tengah Pandemi

Eventsolutionsdarwin – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada ribuan perusahaan investasi yang tutup hingga September 2020 karena kedapatan melakukan praktik ilegal. Investasi penipuan yang terlibat terdiri dari 824 entitas investasi ilegal, 2.840 entitas fintech ilegal dan 143 pegadaian ilegal.

“Mereka sudah tutup, muncul kembali. Kami akan terus tutup jika ilegal,” kata Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara, saat edukasi OJK: Investasi aman di pasar modal saat pandemi. Kamis (5/11/2020). Untuk itu, Tirta mengimbau masyarakat agar berinvestasi secara cermat. Perhatikan dua unsur utama dalam memilih badan investasi yaitu legal dan logis. Karena itu, sebelum berinvestasi, ingatlah bahwa 2L legal dan logis jika ingin membeli produk keuangan, produk pasar modal, katanya.

Tirta juga menggambarkan ciri-ciri investasi palsu yang harus dihindari masyarakat.

Pertama, investasi yang menjanjikan return tinggi dalam waktu singkat dengan risiko minimal. Ini karena semua investasi memiliki risiko. Padahal, investasi yang menjanjikan return tinggi pasti juga mengandung risiko besar. “Kalau mendapat tawaran investasi yang menjanjikan return tinggi, tapi minim atau tanpa risiko, perlu curiga,” lanjutnya.

Kedua, legalitasnya tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kalau mau investasi harus ditanyakan izin penyelenggaraannya apakah sudah terdaftar di OJK atau tidak. Kalau tidak diceritakan harus hati-hati,” imbuhnya.

Ketiga, gunakan nama masyarakat atau tokoh agama untuk meyakinkan calon korban. Investasi penipuan biasanya akan membawa nama selebritas dari selebritas ke tokoh masyarakat. “Banyak penipuan investasi yang menggunakan tokoh agama atau artis untuk mempromosikan perusahaannya. Mereka hanya memasang gambar seolah-olah menggunakan investasi itu, hati-hati menurut syariah, jangan lihat angkanya, tapi lihat produknya legal. Dan logikanya, “kalau tidak stabil tanya ke OJK,” imbuhnya.

Keempat, informasi yang disajikan sangat terbatas. Secara umum, investasi yang baik akan mampu menjelaskan secara jelas kepada calon investor mengenai model investasi dan pengelolaan dana. Investasi curang, bagaimanapun, hanya akan menjelaskan secara singkat laba atas investasi kepada investor. Faktanya, informasi terkait investasi sulit ditemukan di berbagai sumber. “Harus ada panggilan juga untuk penjelasan model pengelolaan dana dan kemana aset akan dialokasikan. Biasanya investor palsu akan memberikan jawaban, tidak jelas bahkan cenderung menghindari pertanyaan seperti itu,” ujarnya.

Kelima, ada juga investasi yang menjanjikan bonus dengan merekrut anggota baru (berkedok MLM). Keenam, ada yang menjanjikan investasi tanpa risiko, atau ada jaminan aset yang aman dan jaminan pembelian kembali. “Kalau ada yang berjanji akan selamat, ada jaminan pembelian kembali tanpa biaya, hati-hati,” ujarnya.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa menjadi pedoman bagi Anda yang ingin berinvestasi.

1. Pelajari catatan pemegang investasi

Sebelum Anda berinvestasi pada seseorang dalam bisnis. Penting bagi Anda untuk mempelajari latar belakang orang-orang yang memiliki dana investasi Anda. Ia memulai dari catatannya dalam mengelola dana investasi hingga latar belakang pendidikannya. Ini untuk memastikan dana investasi kita dapat dikelola dengan baik.

2. Perhatikan prospek investasi

Setelah memperhatikan latar belakang pemegang investasi, sekarang sudah seharusnya Anda mengetahui prospek investasi. Perlu diwaspadai jika investasi hanya menimbulkan kerugian dan bukan keuntungan. Oleh karena itu, prospek investasi menjadi alasan penting bagi Anda untuk terus berinvestasi atau menarik investasi Anda.

3. Jangan tergoda untuk berinvestasi dengan bunga langsung

Selain itu, Anda tidak boleh gampang terlibat jika ada investasi yang menawarkan banyak nilai dan keuntungan dalam waktu singkat. Anda perlu waspada jika menemukan investasi dengan karakter yang menguntungkan seperti ini. Ingat, seringkali penipuan investasi terselubung yang ditimbulkan banyak korban karena tertipu dengan cepat menawarkan keuntungan besar.

4. Katakan tidak pada investasi pemasaran berjenjang

Jika Anda akan berinvestasi, Anda harus terlebih dahulu meneliti bisnis tempat Anda berinvestasi. Katakan tidak jika perusahaan menggunakan pola multi-market marketing (MLM). Pola MLM pada umumnya hanya akan menguntungkan pemilik bisnis dan dengan mengorbankan penggalangan dana dan deposan baru.

5. Investasikan barang-barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi

Bagi Anda yang tidak ingin mengambil risiko tinggi, Anda bisa berinvestasi pada barang-barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti emas atau tanah. Untuk kamu yang masih milenial bisa membeli sedikit emas dulu.

Selain itu, Anda perlu yakin bahwa tidak ada yang langsung dalam berinvestasi. Kamu bisa join investasi bisnis MLM di Forever Healthy Indonesia

Anda mungkin juga suka...